Louis van Gaal. © AFP
Indostar303 Agen Judi Bola, Bandar Togel, Bola Tangkas dan Sabung Ayam Online Terpercaya Indonesia - Louis van Gaal mengingat kembali persaingannya denganSteve McClaren, lawan yang akan dihadapinya akhir pekan ini.Manchester United memang akan menjamu Newcastle dalam matchday ketiga Premier League.
Bagi Van Gaal, McClaren adalah rival yang sudah dikenalnya dengan baik. Keduanya pertama kali bersaing pada 2008, saat Van Gaal melatihAZ Alkmaar dan McClaren menangani Twente.
"Kami sama-sama menjadi pelatih di Eredivisie. Musim terakhir saya di AZ, Steve menjadi pelatih di Twente. Saya senang karena AZ mampu menjadi juara musim itu. Tapi Twente menjadi runner up dan musim selanjutnya menjadi juara. Itu adalah pencapaian hebat bagi Twente dan Steve," kenang Van Gaal seperti dilansir situs resmi United.
Persaingan keduanya berlanjut di Bundesliga. Van Gaal lebih dulu datang menangani Bayern Munchen dan McClaren menyusul untuk menanganiWolfsburg. Sekali lagi, Van Gaal mampu menjadi yang terbaik dengan mengantarkan Bayern menajdi juara.
"Kami bertemu lagi di Bundesliga saat saya menangani Bayern dan Steve menukangi Wolfsburg. Bayern menjadi juara musim itu, tapi saya ingat betul bahwa pertandingan kami melawan Wolfsburg selalu ketat."
Jawara Premier League musim lalu, Chelsea, dilaporkan telah menyepakati nilai transfer Paul Pogba senilai 69 juta Pounds. The Sunmelansir, proses transfer tersebut menyertakan tiga pemain The Bluesdalam klausul pembelian Pogba.
Tiga pemain tersebut di antaranya Willian, Oscar dan Juan Cuadrado. Kini, pemain 22 tahun tersebut disinyalir akan segera melakukan pembicaraan seputar kesepakatan pribadi dengan Chelsea.
Pogba sempat memang menjadi perbincangan hangat di bursa transfer musim ini. Bahkan, Barcelona disebut-sebut sebagai pemenang dalam perburuan pemain asal Prancis tersebut.
Chelsea sendiri kabarnya telah melayangkan total 100 juta Pounds demi memboyong Pogba dan John Stones ke Stamford Bridge.
Pemain baru Barcelona, Aleix Vidal, mengungkapkan sulitnya untuk membangun sebuah karir sepakbola di klub besar sepertiReal Madrid. Hal tersebut diutarakannya kepada harian internalBlaugrana, Revista Barca.
Dalam wawancaranya tersebut, pemain yang belum akan membela Barca hingga bulan Januari 2016 itu mengatakan hampir mustahil bisa bersaing dengan pemain-pemain bintang yang ada di Madrid. "Saya pernah di sana selama setahun, di salah satu tempat klub menginap. Dari awal, saya merasa hampir tidak mungkin bisa meraih sukses di Madrid," bebernya.
Los Blancos memang sempat menjadi bagian dari perjalanan karir mantan pemain Sevilla tersebut. Vidal sempat bergabung dengan klub yang bermarkas di Santiago Bernabeu itu selama dua tahun lamanya, yakni dari tahun 2004 hingga 2006.
Sementara itu AbadiPoker.com Situs Agen Poker Domino dan Capsa Susun Online Terpercaya Indonesia, Vidal yang Jumat kemarin resmi berusia 26 tahun juga mengaku siap untuk berjuang mendapatkan tempat utama di skuad asuhan Luis Enrique.
"Saya telah berjuang keras untuk bisa bekerja di sini. Jika kalian bekerja terus-menerus, kemungkinan itu akan ada (tempat tim utama). Sekarang saya di sini dan saya ingin melakukan sesuatu sejauh yang saya bisa," kata Vidal.